Bali Alphard – Sewa Mobil Mewah Bali – Toyota Alphard di Bali, Camry, Mercy, Innova Rotating Header Image

September, 2009:

PC FSP-Par Badung Kembali Gelar Pendidikan Kader PUK

Balipost.co.id – Untuk kesekian kalinya DPC Federasi Serikat Pekerja Pariwisata (FSP-Par) Badung menggelar pendidikan kader. Bertempat di Sekretariat DPC FSP-Par Badung di bilangan Sesetan, Denpasar, Jumat (18/9) sampai Sabtu (19/9) kemarin kembali digelar pendidikan kader. Kali ini diikuti 16 peserta dari 3 Pengurus Unit Kerja (PUK) yakni JTB Bali Office, Kind Villa Bintang dan PUK The Legian.

Ketua Panitia Putu Gunanta Yadnya mengatakan, pendidikan kader sangat penting bagi kalangan Pengurus Unit Kerja (PUK), khususnya dalam memahami AD/ART serta peraturan dan perundang-undangan yang terkait dengan para pekerja. “Melalui pendidikan ini, jajaran PUK FSP.Par dilatih untuk mengetahui dan memahami dasar-dasar bagaimana memimpin, mengelola, dan menjalankan organisasi sesuai dengan AD/ART serta mengikuti perundang-undangan yang berlaku sehingga mereka bisa melayani anggota secara maksimal,” ujar Gunanta.

Ketua PC FSP.Par Badung Putu Satyawira mengingatkan agar seluruh pekerja termasuk di level manajemen agar benar-benar memahami UU No. 21/2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh. Menurut Satyawira, banyak orang di manajemen yang menafsirkan pasal 15, bahwa pekerja di level manajemen tidak boleh menjadi anggota SP/SB. Padahal kalau dibaca secara utuh mengacu pasal 28 dan 43 sesungguhnya yang tidak boleh itu, menjadi pengurus.

“Jadi kalau ada yang melarang pekerja termasuk di level manajemen menjadi anggota SP berarti melanggar UU No. 21/2000 dan dapat dikenakan pidana seperti tercantum pada pasal 43 UU tersebut,” ujar Satyawira.

Materi pelatihan yang disajikan meliputi sosialisasi paket tiga UU Ketenagakerjaan (UU 21/2000) tentang Serikat Pekerja, UU 13/2003 tentang Naker dan UU No. 2/2004 tentang PPHI.

Selain itu, peserta juga diberi materi seputar AD/ART FSP-Par, pembidangan tugas masing-masing pengurus, administrasi FSP-Par, penanganan perselisihan hubungan industrial serta peranan pekerja perempuan.

Para narasumbernya berasal dari jajaran pengurus inti PC FSP.Par Badung yakni Putu Satyawira, Slamet Suranto, Cici Suriastini, Ayu Budiasih, Darmawan, Balifta dan Gunanta Yadnya. (056/*)

12 Kapal Yacht Asing Masuk Lovina

Beritabali.com – Sail Indonesia 2009 kembali digelar di Pantai Binaria Lovina, Desa Kalibukbuk Kecamatan Buleleng. Sebelum acara tersebut dimulai, 12 Kapal yacht dari tiga negara sudah masuk di perairan Pantai Lovina.

Walaupun secara resmi ajang Sail Indonesia 2009 di Lovina akan digelar mulai akhir bulan September ini namun 12 kapal Yacht dari Australia, Singapura dan Inggris, Sabtu (19/9) telah berada di perairan Lovina. Sejumkah Yacht nampak memasang jangkar di Perairan Pantai Binaria, utara Patung Lumba-Lumba.

“Sudah tiga hari ini, kapal-kapal itu datang dan diam di laut sana, beberapa diantaranya juga telah pergi, namun ada kembali yang masuk, kebanyakan turis-turis bersama keluarganya,” ungkap Gede Sukadana, seorang nelayan di Lovina.

Menurut rencana, ajang Sail Indonesia 2009 di Lovina akan diikuti 20 negara dan melibatkan 400 peserta dengan 137 kapal yacht dan secara resmi ajang itu dibuka selama sepekan.

”Kita akan mulai kegiatan Sail Indonesia di Lovina tanggal 30 mendatang, selama sepekan kita gelar kembali dengan melibatkan negara yang berasal dari Eropa dan Asia,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, Putu Tastra Wijaya.

Dalam sepekan pelaksanaan Sail Indonesia 2009 di Lovina, ratusan peserta akan diberikan suguhan yang unik dengan penampilan sejumlah tarian dan kesenian tardisional Buleleng yang langka. (sas)

Sensasi Lawar Kuwir di Kampung Monyet

Beritabali.com – Bagi warga Bali tentu tak asing dengan nama Sangeh, tempat wisata dimana kita bisa melihat ‘kampung’ ratusan ekor monyet. Selain monyet, di Sangeh kita juga bisa mencicipi lezatnya lawar Kuwir (bebek/mentok) Men Sono.

Sangeh merupakan sebuah desa di mana monyet-monyet berkeliaran dengan bebas di sebuah bukit bernama Bukit Sari. Di sana ada pula sebuah pura yang bernama Pura Bukit Sari.

Menurut legenda setempat, Bukit Sari dan monyet ini berada di sana ketika Hanoman, sebuah tokoh dalam wiracarita Ramayana, mengangkat gunung Mahameru. Beberapa bagian gunung ini jatuh di sana dan sejak saat itu monyet berkuasa di sana.

Nah kali ini saya tidak akan membahas tentang monyet di Sangeh, melainkan makanan khas Desa Sangeh.

Kalau Anda kebetulan berwisata ke Sangeh, atau menuju arah Petang atau Kintamani, Anda akan menjumpai sebuah rumah makan tanpa papan nama dan promosi lainnya, karena memang tempatnya di halaman rumah.

Namanya Rumah Makan Lawar Kuwir Men atau Ibu Sono. Warung sederhana ini cukup terkenal di kalangan guide atau pemandu wisata, turis mancanegara maupun PNS (pegawai negeri sipil) di wilayah Badung utara.

Harganya pun murah, cukup Rp. 10.000 per porsi, nasi putih, lawar kuwir & sayur atau jukut ares (batang pisang muda). Lawar ini disajikan dengan sayur pare, tentunya dengan base genep atau bumbu lengkap dan rasanya bikin lidah kita bergoyang.

Tapi sayang, dalam penyajian makanan untuk pengunjung Men Sono hanya menyediakan sendok tanpa garpu. (Man bull)

Liburan Lebaran, Ubud Macet Parah

Beritabali.com – Pada musim libur lebaran kali ini kawasan wisata ubud diserbu wisatawan domestik maupun asing. Akibatnya sejumlah ruas jalan di Ubud mengalami kemacetan yang parah.

Kemacetan parah antara lain tampak di Jalan Monkey Forest Ubud. Antrean mobil tampak memanjang hingga perempatan Puri Ubud.

Ratusan mobil yang lewat jalan ini hanya bisa berjalan beberapa meter untuk kemudian berhenti dalam waktu yg lama.

“Ubud sekarang macetnya udah parah. Udah kayak Kuta. Kalau tidak dicari solusinya, Ubud bisa ditinggal turis,” kata Putra, salah seorang warga yg terjebak kemacetan. (bob)

Soto Ceker Ayam Panjer

Beritabali.com – Kalau kita mendengar kata ceker ayam, pasti banyak orang geli dan enggan mencobanya karena letaknya di bagian bawah dan bersentuhan langsung dengan tanah atau kotoran.

Padahal, ceker ayam mengandung banyak gelatin sebagai penyusun kolagen. Manfaatnya untuk mempertahankan elastisitas otot dan kekeroposan tulang.

Tapi asal tahu saja, setelah diolah menjadi soto, ceker ayam ternyata rasanya gurih dan nikmat. Ingin bukti? silahkan mampir di Panjer, tepatnya di jalan Tukad Pakerisan.

Warung Soto Ceker ini buka mulai jam 4 sore hingga 11 malam, menu yang disajikan mulai dari Soto Ceker Ayam, Soto Ayam dan nasi campur. Untuk semangkok soto ceker ayam harganya Rp. 4000, sedangkan nasi campur seporsi Rp. 6000.

Warung ini selalu ramai dikunjungi penikmat kuliner. Kebanyakan pengunjungnya adalah mahasiswa dan anak-anak muda.

Jadi jika Anda seorang ceker mania, tidak ada ruginya mampir ke warung soto ceker di jalan Tukad Pakerisan, Panjer. (man bull)