Archive for October, 2009

Budpar.go.id – Bulan Juli 2009 tingkat penghunian kamar (okupansi) hotel di Bali rata-rata sebesar 68,84%.  Dari enam kawasan wisata di Bali yakni;  Nusa Dua, Kuta, Gianyar, Karang Asem, Buleleng, dan Tabanan tingkat hunian kamar hotel tertinggi terjadi di Nusa Dua dan Kuta.

Okupansi hotel di Nusa Dua tertinggi mencapai 89,52% terjadi pada 30 Juli , sedangkan terendah 77,2% pada 1 Juli 2009. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Kuta, okupansi tertinggi mencapai 90,38% pada 2 Juli dan terendah 78,60% pada 1 Juli 2009.

Sementara itu hasil laporan Evaluasi Kedatangan WNA Melalui Bandara Ngurah Rai yang dilakukan oleh Pusat Pengelolaan Data dan Sistem Jaringan (P2DSJ) Depbudpar menyebutkan, kondisi tingkat hunian kamar hotel di Bali pasca-bom Mega Kuningan menunjukkan peningkatan yakni dari rata-rata 65,07% pada posisi 1-16 Juli 2009 (sebelum terjadi peristiwa bom) menjadi 73,44% pada 17-27 Juli 2009 (setelah terjadi bom). Sedangkan secara keseluruhan, dari enam kawasan wisata di Bali,  tingkat hunian kamar hotel rata-rata selama Juli 2009 mencapai 68,84%. (Pusformas)

Badungkab.go.id  – Pemerintah Kabupaten Badung, Senin (5/10) di nilai tim Tri Hita Karana Provinsi Bali, bertempat di Pusat Pemerintahan Mangu Praja Mandala Sempidi. Menurut tim penilai diantaranya Wisnu Wardana yang mengakses di bidang Pawongan, Dewa Ayu Hendrawati di bidang Parahyangan serta Ida Ayu Astitiasih yang mengakses di bidang Palemahan, mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung sudah selayaknya dinilai serta sudah sepantasnya mendapat anugerah Tri Hita Karana Praja Nugraha. Karena secara fisik bangunan  sudah memadai.  Lebih lanjut disampaikan acara penganugerahan award nanti akan diserahkan pada 5 Desember 2009.

Dalam kesempatan ini, tim penilai melakukan penilaian ke lapangan diantaranya meninjau Pura Lingga Bhuwana, bangunan- bangunan hingga ke tiap-tiap ruangan yang ada di Pusat Pemerintahan Kab. Badung di Sempidi.

Bupati Badung AA Gde Agung, SH didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan I Wayan Suambara, SH. MM, Asisten Administrasi Umum I Made Wira Dharmajaya, SH,MM, Kadis Kebudayaan Drs. Ida Bagus Anom Bhasma, M.Si, Kepala DKP I Wayan Suteja, SH,MH,  Kepala Bapedalda dr I Gede Putra Suteja, serta Kabag Humas dan Protokol Drs I Gede Wijaya, MM  memberikan apresiasi terhadap panitia penganugerahan Tri Hita Karana Praja Nugraha ini. Dan Bupati Gde Agung berharap agar penganugrahan ini tetap bisa berjalan karena kelembagaan ini harus tetap eksis, baik di Bali, Nasional maupun di Dunia Internasional.

Bupati Gde Agung menyampaikan bahwa dalam membangun Pusat Pemerintahan Kab. Badung, selalu berpedoman pada filosofi Hindu Bali, seperti tata letak bangunan selalu mengikuti konsep Tri Mandala, diantaranya Utamaning Mandala, Madyaning Mandala dan Nistaning Mandala, serta bangunannya mengikuti filosofi Bali yaitu Tri Angga.

Beritabali.com – Terumbu karang adalah salah satu komponen alam yang memiliki peranan penting meredam pemanasan global.
Untuk menyelamatkannya semua pihak harus ikut peduli. Termasuk nelayan di Tabanan.

Sejak satu tahun terakhir ini, nelayan di Tabanan yang biasanya menangkap lobster menggunakan jaring kini beralih menggunakan bubu. (sejenis perangakap dari bambu).

“Tujuannya untuk menyelamatakan terumbu karang dan tidak membunuh ikan karang,” jelas salah satu tokoh nelayan Pantai Pasut, Kerambitan I Ketut Arsana.

Meski menggunakan bubu, tangkapan nelayan tetap banyak. Selain ikan karang tidak ikut tertangkap dan terumbu karangnya tidak tergerus, upaya ini cukup ampuh menimimais biaya penangkapan.

“Pengguanan bubu untuk nangkap lobster ini telah berjalan satu tahun dan hasilnya menggembirakan,” pungkasnya. (nod)