Tvone.co.id – Pelanggan listrik di Bali masih akan mengalami pemadaman bergilir dalam dua bulan ke depan karena adanya perbaikan pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gilimanuk.

“Pemadaman bergilir berlaku mulai 10 Oktober hingga 6 Desember mendatang. Perbaikan pada PLTG Gilimanuk merupakan bagian dari tahap pemeliharaan karena mesin pada PLTG Gilimanuk telah beroperasi secara standar selama 24.000 jam,” kata Manager Distribusi PLN Distribusi Bali Tagor Sijabat usai melakukan dengar pendapat dengan anggota DPRD Bali di Denpasar, Kamis sore.

Ia menjelaskan, pembangkit PLTG Gilimanuk yang berkapasitas 130 megawatt harus dipelihara dan jika dibiarkan rusak akan menyebabkan situasi lebih parah.

Tagor Sijabat mengakui telah menyusun jadwal pemadaman bergilir, dimana setiap pelanggan akan mengalami pemadaman sekitar empat hingga enam kali dalam sebulan.

“Setiap pelanggan juga akan mengalami pemadaman maksimal selama enam jam dalam sehari, yaitu mulai pukul 18.00 wita hingga 23.00 wita. Seluruh pelanggan PLN Distribusi Bali yang jumlahnya mencapai 740.000 pelanggan akan mendapatkan bagian pemadaman bergilir,” ujarnya.

Ia berharap, guna meminimalisasi pemadaman bergilir, pelanggan listrik di Bali melakukan penghematan dengan cara mematikan lampu atau alat listrik hingga 100 watt per pelanggan.

“Caranya dengan mematikaan dua hingga tiga lampu atau tidak melakukan setrika saat malam hari atau mematikan alat-alat yang banyak memakai listrik. Jika masing-masing pelanggan mampu melakukan penghematan hingga 100 watt perhari maka tersedia cadangan listrik mencapai 74 megawatt untuk menekan terjadinya pemadaman bergilir,” katanya.

Dia menyebutkan, pemadaman bergilir ini juga sebagai antisipasi terhadap kembali terjadinya pemadaman total di Bali. Apalagi status ketersediaan listrik di Bali masuk dalam kategori Siaga, dengan beban puncak pemakaian listrik mencapai 493 megawatt.

“Kondisi ini sangat beresiko terhadap ketersediaan listrik di Bali mengingat selama ini Bali masih sangat tergantung dengan pasokan listrik dari pulau Jawa,” katanya.

Berdasarkan catatan PLN Distrubusi Bali, sejak 2005 hingga 2009 tercatat telah terjadi empat kali pemadaman total di Bali, dengan pemadaman yang paling lama mencapai empat jam 30 menit.

“Pada saat terjadi pemadaman total yang terakhir PLN mencatat sebanyak 47 MW listrik tidak tersalurkan. Kami tidak menghitung rugi dulu, tercatat 47 megawatt/jam tidak tersalurkan, itu tinggal dikalikan Rp. 600 ? Rp. 700 perkwh itulah kerugian,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah keterbatasan pasokan listrik di Bali, jumlah daftar tunggu permohonan permintaan listrik di Bali juga terus bertambah dan kini mencapai 40.000 calon pelanggan.

PLN Distribusi Bali menargetkan pada tahun 2010 jumlah daftar tunggu pelanggan listrik di Bali hanya sisa sekitar 10.000 calon pelanggan. Selain itu berdasarkan catatan PLN Distrubusi Bali saat ini terdapat 45 Dusun di Bali yang belum teraliri listrik, sedangkan untuk desa seluruhnya telah teraliri listrik.

Artikel Terkait:

  1. Bocah Bali Cetak Rekor Dunia Mengingat Angka
  2. Menkominfo: Miyabi Boleh Datang Asal…
  3. Polda Bali Berharap Keterlibatan Pecalang
  4. Gubernur Tertarik akan Green School
  5. Liburan Lebaran, Ubud Macet Parah







Artikel paling populer bulan ini :



Leave a Reply