Baliprov.go.id – Gubernur Bali Made Mangku Pastika nampak begitu tertarik dengan keberadaan Green School yang berlokasi di Banjar Saren, Sibang Kaja, Abian Semal Kabupaten Badung. Hal tersebut terungkap saat Gubernur Mangku Pastika menerima Direktur Green School Ronald Stones, Selasa (15/9).
Bali boleh berbangga karena sebuah inovasi bidang pendidikan hadir di daerah ini. Green School digagas oleh John Hardy, seorang desainer dan pengusaha jewelry yang sukses. Sekolah unik ini merupakan satu – satunya sekolah di dunia yang bangunannya terbuat dari batang bambu yang ramah lingkungan. Pendingin udaranya tidak lagi memakai AC, melainkan kincir angin melalui terowongan bawah tanah. Tenaga listriknya menggunakan bio gas yang terbuat dari kotoran hewan untuk menyalakan kompor. Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 6 hektare itu dilengkapi tambak udang sebagai tempat budidaya, sekaligus peternakan sapi. Ditambah lagi arena olahraga, laboratorium, perpustakaan dan lain sebagainya. Para murid diajarkan untuk dekat dengan alam, mulai dari cara menanam padi hingga memproduksi coklat sendiri. Semua itu tak lepas dari harapan agar murid – murid mereka mengerti tentang berbagai hal dalam kehidupan.
Melalui proses pembelajaran ini, para murid Green School akan tahu segala hal dari organic gardening hingga mendesain website, dari menjalankan bisnis kecil hingga menekan emisi karbon. Pada akhirnya, mereka diharapkan menjadi orang yang membanggakan dan dapat dipercaya mengelola kehidupan dengan lebih baik di tengah krisis bumi ini. Ronald Stones lantas mengatakan kalau sekolah ini nomor satu di dunia.
Gubernur Mangku Pastika nampak sangat tertarik dengan penjelasan Ronald Stones. Malah, Gubernur mengaku mengetahui sekolah ini dari sejumlah media internasional seperti Majalah Times, CNN dan sejumlah media ternama lainnya. Dalam sejumlah media internasional tersebut, keberadaan Green School di Bali banyak mendapat perhatian. “Ini merupakan promosi gratis bagi Bali, saya ucapkan terima kasih,” ujar Gubernur Mangku Pastika.
Menurutnya, keberadaan Green School sejalan dengan idenya menjadikan Bali sebagai Pulau Organik. Karena pada akhirnya tiap orang akan kembali ke alam. Ke depannya, Gubernur berharap agar Bali tidak hanya terkenal sebagai daerah tujuan wisata, tetapi juga sebagai pulau yang konsen dengan upaya-upaya pelestarian alam. Karena bagaimanapun dewasa ini makin banyak orang yang kembali ke kehidupan organik. Dalam waktu dekat, Gubernur berencana mengunjungi Green School di kawasan Abian Semal. Dia juga berharap nantinya ada lagi Green School lainnya yang muncul di Pulau Dewata.
Gubernur juga dibuat terkagum-kagum oleh prakarya siswa Green School berupa papan nama dan papan peresmian yang terbuat dari bambu. “Unik sekali, ini benar dari bambu, tapi seperti kayu ya,” pungkasnya.
